Saturday, February 21, 2009

Misteri Mengamalkan Doa Nur Nubuwwah


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته،

Beberapa tahun lepas saya punya pengalaman yang tidak menyenangkan iaitu motor baru saya hilang. Kerana panik, saya terjebak dalam perdukunan. Jiran mengajak pergi ke dukun. Katanya motor saya akan
dapat dijumpai atau pulang sendiri. Setelah puluhan dukun saya datangi, hasilnya tetap nihil. Saya pasrah dan sedar pada hakikatnya barang itu belum jadi milik saya. Mulai saat itu, saya jadi rajin solat lima waktu yang selama ini masih sering tidak dikerjakan. Solat malam pun rajin saya tekuni. Bila solat hajat saya membaca surah al-Ikhlas sebanyak 40 kali dan bila tahajjud saya bertawasul dan mengirimkan pahala surah al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, sahabatnya, malaikat, para wali, para raja Islam dan sanak saudara yang sudah meninggal. Baca al-Fatihah lebih kurang 55 kali. Setelah itu saya baca doa Nur Nubuwwah, Ayat Kursi dan Ayat Lima Belas.


Hal itu bertahun-tahun saya jalani sampai sekarang. Tapi kebelakangan ini sering ada bisikan yang sifatnya petunjuk dan peringatan. Biasanya bisikan itu datang pada hari Jumaat dari mulai waktu Subuh sampai solat Maghrib. Contoh bisikan yang pernah saya alami antara lain, pernah suatu waktu kakak saya yang sudah meninggal minta air yang telah didoakan, katanya buat mandi. Pernah juga seperti ada yang menyuruh membuat tempat solat di rumah orang tua, tapi tidak boleh yang di bilik tengah. Membuatnya di pinggir. Lalu pernah sewaktu saya sakit, ada sebuah bisikan, “Kamu berubat berapa kali pun ke doktor tidak akan sembuh”. Akhirnya saya pun berubat ke alternatif dan menemui kesembuhan.  

Pertanyaan saya, bisikan tersebut datangnya dari mana dan mengapa datangnya hari Jumaat? Apakah tidak musyrik bila saya menjalankan bisikan-bisikan itu yang kebetulan bisikannya baik? Atas jawapannya saya ucapkan terima kasih.

Jawapan:


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته،

Pengalaman anda sangat unik. Menghindari dukun untuk hal seperti memang baik. Sebab yang berkuasa menentukannya hanya Allah. Kalau pun masuk dalam ikhtiar, tapi harus yang masuk akal. Misalnya ke polis. Ke dukun adalah sebuah ikhtiar yang tidak masuk akal yang justeru seharusnya dihindari kerana termasuk dalam murka Allah.

Perdukunan memang tak selamanya buruk. Dalam Islam disebutkan kahin (dukun peramal) dan tabib (dukun penyembuhan). Yang dilarang oleh Rasulullah SAW adalah mendatangi kahin. Sementara tabib malah dianjurkan untuk pengobatan melalui berbagai metode dan cara: jamu, air putih, bekam, pola makanan dan sebagainya. Tabib dalam pengertian moden dikenal dengan nama doktor.

Amalan anda sebenarnya sudah bagus. Membaca al-Fatihah memang dianjurkan. Solat Hajat dan Tahajjud juga sangat dianjurkan oleh Allah. Begitu juga dengan membaca Ayat Kursi, Ayat Lima Belas serta doa Nur Nubuwwah. Kami sendiri terus terang tidak tahu menahu tentang sejarah doa Nur Nubuwwah. Memang konon ada Hadithnya. Tapi yang jelas makna pada doa itu sangat bagus. Dinyatakan dalam doa itu antara lain:

يا الله طَوِّلْ عُمْرِي وصَحِّحْ جَسَدِي واقْضِ حاجتي واكْثِرْ أموالي وأولادي وحَبِّبْنِي للناس أجمعين وتباعد العداوة كل من بني آدم عليه السلام

Ertinya: Ya Allah panjangkan umurku, berilah kesihatan tubuhku, kabulkanlah hajatku, perbanyaklah harta dan anak-anakku, jadikan manusia mencintaiku, serta jauhkan pertentangan dan permusuhan sesama manusia.

Doa itu memang sangat indah dan menurut sebahagian riwayat disampaikan kepada Rasulullah SAW oleh Malaikat Jibril. Mengutip pendapat Imam Ahmad bin Hanbal, jika Hadith yang diambil termasuk lemah bahkan mawdu’, namun demi keutamaan ibadah, merangsang orang untuk beribadah dan tidak bertentangan dengan agama, maka hal itu tidak masalah untuk diamalkan. Kami melihatnya pada doa Nur Nubuwwah itu bagus maknanya dan banyak mengutip ayat al-Quran.

Lantas, mengapa muncul bisikan-bisikan seperti itu? Malaikatkah? Malaikat tak mungkin memberitahu hal-hal seperti itu, kerana hal itu bukan tugasnya. Jinkah? Boleh jadi hal tersebut dilakukan oleh jin. Kerana itu janganlah anda terlalu tenggelam untuk melaksanakannya, terutama pada permintaan aneh-aneh. Mengapa hari Jumaat, mungkin nama hari itu dimanfaatkan kesakralannya agar permintaannya dilaksanakan. Kerana itu untuk sementara anda harus mengubah amalan anda. Solat Hajat dan Tahajjud tetap dipertahankan. Tambahlah dengan Solat Dhuha dan sunat Rawatib lainnya. Doa Nur Nubuwwah cubalah dikurangi bacaannya, atau kalau perlu tak diamalkan lagi. Sebaiknya sebelum mengamalkan sesuatu, anda mendatangi seorang guru yang tahu tentang wirid yang harus dilakukan. Kini anda harus beralih memperbanyak membaca al-Qur’an, selawat dan berpuasa. Seringlah solat di masjid, melakukan iktikaf, mendatangi pengajian, silaturrahim dengan ulama’. Maka insya’ Allah yang anda alami akan hilang.

Sementara pengertian musyrik adalah menyekutukan tuhan. Pertanyaannya, apakah bisikan itu akan membawa anda menyekutukan Allah atau tidak? Perintah membangun musolla misalnya, itu adalah semacam anjuran biasa (dari manapun asalnya) yang tidak menimbulkan kemusyrikan. Kecuali jika anda percaya dengan memandikan air kembang misalnya, dapat menyembuhkan, itu baru musyrik. Jadi ukuran kemusyrikan itu pada penyekutuan Allah, mempercayai adanya kekuatan-kekuatan lain selain Allah.

Kini banyak kesalahpahaman yang mengaburkan antara kemusyrikan dengan irasional. Padahal sesuatu yang irasional tidak selamanya membawa kemusyrikan. Sebaliknya, yang rasional kadangkala sering juga membawa pada kemusyrikan. Misalnya, jika kita terjebak pada keyakinan bahawa hanya dengan bekerja di suatu tempat maka kita akan mampu menghidupi ekonomi diri sendiri atau dengan berubat ke doktor tertentu akan mendapat kesembuhan. Justeru hal ini yang disebut pada ahli tauhid sebagai syirkul khafi atau kemusyrikan yang tersamar dan yang tak disedari.

Sumber:
Fahmy Jindan. 2007. Mengenal Tarekat Ala Habib Luthfi bin Yahya. Bekasi Timur: Hayat Publishing.